DAULATANEWS - Nasib kurang beruntung menimpa mahasiswa Universitas Riau (Unri) bernama Danny Nur Ihram. Mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia itu kehilangan motor Beat Hitam satu-satunya bernomor polisi BM 2808 AE.
Insiden kehilangan motor tersebut diperkirakan terjadi pada rentang waktu 17.30 hingga sesudah magrib pada Selasa (22/11). Danny melihat motornya terakhir kali terparkir di lapangan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unri.
“Tepat pada hari kehilangan, saya pada malamnya langsung melaporkan ke kantor polisi,” kata Danny sembari mengunggah foto bukti laporan polisi di Facebook.
Danny sempat curhat dan mengumpat di media sosial Facebook bahwa motornya hilang. Namun bukannya simpati, komentar yang muncul dari warganet justru dilayangkan dengan nada lawakan berupa meme.
Setali tiga uang dengan komentar warganet, Danny pun malah menanggapinya dengan membuat meme kehilangan motornya di beranda Facebook-nya sendiri.
“Bikin meme aja buat hibur diri sendiri,” ujar mahasiswa yang kini menginjak semester 3.
Meme pertamanya dibuat menggunakan template kartun “Tom and Jerry” di mana terdapat gambar Tom sang kucing sedang tidur lalu dibubuhi kalimat ironi, “Tidur ah. Siapa tahu motor balik.”
Kreativitas Danny ini tak lepas dari latar belakangnya sebagai anak meme atau shitposting. Ia mengaku dulu pun sempat punya akun fanpage memenya sendiri sampai dua kali.
Postingan Danny tentang meme kehilangan motornya ini lantas viral di Facebook. Warganet dari berbagai kalangan pun ramai-ramai membuatkannya meme tentang “Beat hitam BM 2808 AE” yang di-tag ke akun Danny.
Di tengah aktivitas membuat meme yang viral itu, sembari menginginkan motornya kembali, Danny justru terpikir menggalang dana untuk membeli kembali motornya.
“Ada teman Facebook bilang gini, ‘Daripada jualan meme, mending bikin donasi’,” ujarnya.
Tak menunggu lama dari rekomendasi tersebut, singkat cerita Danny langsung membuat penggalangan dana di Kitabisa. Ia tuliskan judul ‘bantu saya sendiri beli motor beat hitam 2011’.
Tak disangka, penggalangan dananya berbalas sumbangan dari warganet. Besarannya pun bervariasi, dari yang hanya menyumbang Rp 10 ribu hingga paling besar Rp 600 ribu.
Sumber : Kumparan.com




