Tuesday, October 30, 2018

The Hardy Tree, Satu Pohon dengan Ratusan Nisan


DAULATNEWS - Pemakaman di Gereja St Pancras, London, telah sejak lama dianggap sebagai salah satu kuburan dan tempat ibadah Kristen tertua di Inggris. Itu adalah tempat yang terkenal, di mana Mary Shelley (penulis novel Frankenstein) kawin lari dengan Percy Bysshe Shelley.


Ihwal yang membuat pemakaman di Gereja St Pancras populer juga bukan hanya soal Shelley. Di sana, berdiri sebatang pohon ash yang dikelilingi oleh ratusan nisan; telah ditempatkan oleh penulis klasik Thomas Hardy.

Pada tahun 1865, Hardy masih bekerja untuk perusahaan kereta api di London. Sebagai karyawan baru, dia mengemban pekerjaan tak menyenangkan, yaitu mesti memindahkan ratusan nisan dari kuburan yang tergusur.

Sistem kereta sedang mengalami pertumbuhan pesat kala itu. Disebutkan bahwa jalur rel di London sudah melebihi kapasitas, tetapi akomodasi terhadap komuter tak pernah berhenti dan ekspansi jalurnya mengorbankan kuburan-kuburan di Gereja St Pancras.


Secara artistik --sekaligus aneh-- Hardy mendapatkan solusi, cara terbaik untuk memindahkan ratusan nisan itu ialah dengan menanacapkannya mengililingi satu pohon yang sama (juga masih di lokasi kuburan yang itu-itu juga).

Entah dari mana ide tersebut berasal, para sejarawan hanya mampu berspekulasi hingga kini. Beberapa dekade setelah tindakannya pada ratusan nisan di Gereja St Pancras itu, Hardy pun menerbitkan banyak novel, termasuk Far from the Madding Crowd dan Tess of the D’Urbervilles.


Sumber: telegraph.co.uk | london-walking-tours.co.uk


 

Dapatkan Berita Terbaru

Hubungi Daulat Poker

WA Kami : +628121237890

Games Yang Disediakan