Sunday, December 16, 2018

Hoaks Bertebaran yang Waras Jangan Ngalah!

Hoaks Bertebaran yang Waras Jangan Ngalah!


Daulat News || Suhu politik yang memanas menjelang Pilpres 2019 memantik munculnya banyak kabar bohong atau hoaks di media sosial. Generasi muda diminta mengambil peran untuk memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai meluruskan informasi.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyampaikan, hoaks menjadi musuh besar yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Untuk itu, semua elemen masyarakat baik pelajar, organisasi pemuda, organisasi masyarakat, dan TNI/Polri harus ikut menjaga keutuhan NKRI.

"Banyak hal yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa ini. Saat ini yang sudah terjadi adalah fitnah yang marak bermunculan di media sosial," kata Ganjar, saat orasi kebangsaan “Merawat Kebhinekaan untuk Keutuhan NKRI” di Gelanggang Olahraga (GOR) Wujil Kabupaten Semarang, Minggu (16/12/2018).

Meski kecil, fitnah tidak bisa dianggap sepele. Di dunia internasional sudah terbukti, bahwa fitnah dapat menghancurkan negara. "Negara Suriah hancur itu hanya dua penyebanya, pertama karena maraknya fitnah antaranak bangsa, yang kedua adalah intervensi asing," terangnya.


Politikus PDI Perjuangan itu melanjutkan, fitnah merupakan sarana efektif untuk membuat orang mudah marah. Hasilnya, masyarakat antar suku, agama, ras, kelompok saling bertengkar akibat fitnah yang keji.

"Lalu bagaimana kita mengatasi hal ini? Kalau kata Gus Mus, sing waras ojo ngalah (yang waras jangan mengalah). Orang-orang yang mengetahui informasi yang benar, jangan hanya diam dan melihat saja, namun harus meluruskan informasi yang keliru," ucapnya.

Gus Mus sendiri lanjut Ganjar sudah melakukan hal itu. Sebagai seorang ulama yang memiliki ilmu pengetahuan luas, Gus selalu aktif menggunakan media sosial untuk memberikan pengetahuan dan meluruskan informasi fitnah yang menyebar.

"Dalam kesempatan ini, saya mengajak semua hadirin untuk ikut meneladani pepatah, sing waras ojo ngalah. Jadi yo kita bersama melawan fitnah, hoaks dan semua bentuk yang dapat merongrong persatuan dan kesatuan bangsa," pungkasnya.

Salah satu siswa SMPN 1 Bawen, Sapita Khairunnisa, mengutarakan pendapatnya. Dia menyinggung tentang maraknya informasi hoax di media sosial. Menurutnya, praktik politik di Indonesia kerap menimbulkan perpecahan.

"Di desa saya, pemilihan kepala desa saja bikin geger, ada yang menghasut, memfitnah dan melakukan kampanye hitam," ucapnya polos.





 

Dapatkan Berita Terbaru

Hubungi Daulat Poker

WA Kami : +628121237890

Games Yang Disediakan